Monday, September 23, 2019

6 Peran Guru Dalam Pendidikan


Baca Juga:

Kumpulan Artikel Informatif Terbaru

Peran Guru Dalam Pendidikan
Guru dalam pendidikan merupakan kalangan tenaga profesional yang memiliki tugas utama sebagai sosok pendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (sesuai bunyi UU Nomor 14 tahun 2005, tentang Guru dan Dosen). Oleh sebab itu, guru diwajibkan untuk memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat secara jasmani dan juga rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Secara sederhananya guru bisa diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Karena tugasnya tersebut, ia dapat menambah kewibawaannya dan keberadaan guru benar-benar diperlukan oleh masyarakat. Sehingga, guru harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat yang diberikan kepadanya, dengan itu juga guru diposisikan sebagai sosok yang disebut memiliki wewenang terhadap anak-anak yang dididiknya.

Apa Saja Peran Guru Dalam Pendidikan?


Sebagaimana disebutkan diatas, guru memiliki peran yang cukup penting dalam dunia pendidikan sebagai sosok pendidik para murid. Guru mengemban tugas ganda yang cukup luas, baik di sekolah, dalam keluarga maupun di masyarakat.

Guru yang baik dan efektif adalah sosok guru yang dapat memainkan semua perannya dengan sebaik-baiknya.Mengacu pada pendapat Armstrong dalam buku yang ditulisnya, Secondary Education (1983), guru setidaknya memiliki 6 peranan penting, yaitu:

1. Guru adalah sebagai Instruktur


Tugas atau fungsi instruksional guru adalah menjamin berlangsungnya interaksi belajar mengajar secara baik. Guru harus bisa menciptakan situasi dan kondisi belajar yang kondusif agar sesuai dengan tujuan dari pendidikan itu sendiri.

2. Guru adalah sebagai Pimpinan


Didalam menjalankan tugas sehari-harinya, guru sebagai pendidik dalam proses belajar-mengajar secara mutlak dituntut kemampuannya dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengawasi semua kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian, guru juga berperan sebagai seorang manajer yang bertanggung jawab untuk mengatur semua tugas-tugasnya dalam mendidik para murid di kelas.

Seluruh komponen, sekecil apapun yang ada di kelas harus dapat diatur dengan sebaik-baiknya, karena ia berlangsung sebagai sebuah sistem, sehingga ia harus berhati-hati dalam menyiapkan materi pelajaran, sarana prasarana, metode, pengaturan siswa di kelas dan lain sebagainya. Keberhasilan memanejemen seluruh komponen tersebut akan membuahkan keberhasilan, atau sebaliknya.

3. Guru adalah sebagai Pembimbing


Dalam proses pendidikan secara kesuluruhan, guru merupakan unsur utama. Berkaitan dengan peranannya sebagai sosok pembimbing, guru harus:

  1. Mengumpulkan data-data siswa.
  2. Memperhatikan tingkah laku siswa sehari-hari.
  3. Siap membantu siswa yang membutuhkan bantuan khusus.
  4. Menjalin hubungan dengan orang tua siswa, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan tujuan agar masing-masing bisa mendapatkan pengertian tentang perkembangan pendidikan si murid.
  5. Bekerjasama dengan masyarakat serta lembaga-lembaga yang terkait lainnya untuk membantu mengatasi masalah yang dihadapi siswa.
  6. Membuat catatan pribadi siswa.
  7. Membuat jadwal penyelenggaraan bimbingan kelompok maupun secara individu.

4. Guru adalah sebagai Evaluator


Evaluasi merupakan suatu keharusan bagi seorang guru, untuk mengukur seberapa jauh ketercapaian tujuan dari pembelajaran. Seorang guru dalam menjalankan tugasnya, yaitu mendidik, tidak akan luput dari penilaian, baik aspek kognitif, psikomotor maupun afektif. Ketiga aspek tersebut dapat terwujud dengan baik jika guru selama menjalankan tugasnya melakukan penilaian dengan baik.

5. Guru merupakan anggota Organisasi Profesi


Keberadaan organisasi profesi memiliki maksud dan tujuan utama untuk membantu para guru dalam meningkatkan profesinya, karena bagaimanapun juga persoalan pendidikan yang begitu kompleks tidak dapat diselesaikan dengan beberapa guru tanpa melalui organisasi profesi. Dengan ini peranan dan tanggung jawab guru menjadi semakin jelas dan terarah.

6. Guru merupakan spesialis Hubungan Masyarakat


Guru diharuskan memiliki kompetensi dalam memainkan perannya sebagai spesialis hubungan masyarakat, terutama dalam bekerja sama dengan orang tua siswa dan komite sekolah. Pandangan-pandangan masyarakat yang bersifat positif dan negatif terhadap sekolah cenderung tergantung pada bagaimana masyarakat tersebut memandang sekolah. Oleh sebab itu, setiap guru mestinya mampu menjaga hubungan dengan para orang tua siswa dimana anak-anak mereka bersekolah.
Comments


EmoticonEmoticon