Contoh Naskah Drama Radio / Broadcasting

Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh teks dialog drama radio, berikut ini contohnya.

Judul : “dua jadi satu”
Tema :ketulusan

Synopsis
Sasha serta Ameela yaitu gadis kembar yang cantik serta lembut. Ameela tumbuh serta berkembang kurang sehat serta gampang sakit, Ameela terkena sakit kronis. Namun keshya tumbuh dengan sehat. Karenanya ibu serta papanya mengambil keputusan untuk spesial menjaga Ameela. Namun kesya untuk dirawat oleh kakek serta neneknya. Sejak kecil Sasha dirawat oleh kakek serta neneknya tanpa bisa kasih sayang yang kian lebih mamanya. Mamanya mencurhakan smeua perhatiannya pada saudara kembarnya yakni Ameela. Ameela tinggal dipuncak, agar cepat dalam sistem penyembuhannya.

Tiap-tiap libur sekolah baru Sasha dapat ketemu dengan ibu serta papanya, Sasha senantiasa dalam bayang-bayang Ameela. Sasha jadi tidak diberi kasih sayang oleh orang tuanya serta jadi iri dengan Ameela. Demikianlah juga denga Ameela yang jadi iri dengan kehidupan sehat, bebasa serta banyak temannya yang dimiliki oleh Sasha. Ameela juga suka lelaki bernama Nafa rekan Sasha yang notabennya yaitu orang yang di kasihi oleh Sasha.

Ameela pingin rasakan hidup layaknya Sasha yang bebas serta punya banyak rekan. Kayla memaksa pada Sasha untuk bertukar kehidupan. Sasha tidak ingin bertukar kehidupan, Sasha taku ibu dapat marah padanya. Namun Ameela terus memaksa, di makin lagi dikarenakan Sasha juga pingin memperoleh kasih sayang serta pelukan dari seorang ibu. Karenanya mereka setuju untuk bertukar kehidupan.

Ameela bersekolah serta berkumpul dengan teman-temannya Sasha, sesuatu impiannya sepanjang ini. Ameela dapat bermain dengan bebas, serta bisa bersua dengan Nafa. Lelaki yang menarik hatinya. Sasha yang memerankan kehidupan Ameela tidak tidak sama dengan Ameela, hati Sasha lalu amat bahagia. Sasha dapat rasakan pelukan, perhatian serta kasih sayang dari mamanya.
Tanpa di duga, Nafa mengungkap rasa cintanya untuk Sasha pada Ameela, yang saat itu bertukar posisi lantas Sasha di taman sekolah. Sasha tidak habis pikir serta amat kaget. Ameela mulai sesak nafas serta asmanya kambuh. Nafa yang kaget segera membawanya ke area kesehatan sekolah. Serta dikarenakan di rasa kronis maka Ameela di bawa kerumah sakit. Sesudah di perikasa oleh dokter Ameela di haruskan untuk di rawat. Pihak tempat tinggal sakit menghubungi kelurga Ameela. Ibu kaget sekali mendengar kabar ittu, ibu segera memarahi Sasha serta segera menyusul Ameela ke tempat tinggal sakit. Penyamaran mereka lalu kebongkar. Ibu amat marah denga Sasha. Ibu menyuekan keyhsa.

Ameela sudah pulang dari tempat tinggal sakit, serta Ameela menyebutkan pada Sasha yang tengah duduk di di taman ketertarikannya pada Nafa. Pada Sasha serta Ameela berlangsung perbincangan. Tanpa di sengaja Sasha menarik tangan dari Ameela serta kayla jatuh pingsan. Ameela segera dilarika dirumah sakit.

Dengan ketulusan hati Sasha, Sasha akan mendonorkan satu ginjlanya untuk Sasha, lihat pengorbanan yang dilaukan oleh Sasha bikin mamanya sadar, dapat tingkah laku yang slaah sepanjang ini pada Sasha.

Sesudah Sasha sadar ibu segera minta maaf sama Sasha, serta Sasha dengan tulus anggota maaf pada mamanya. Kemudiian Ameela yang siuman dari pingsan juag segera minta maaf pada Sasha dengan ketulusannya memaafkan seluruhnya. Saling maaf memaafkan antar yang lain. Kelurga Sasha jadi bersatu serta penuh kasih sayang antar yang satu dengan yang lain. Tak ada yang di beda-bedakan lagi.

Treatment
Adegan 1
Diawali memutar lagu kemesraan dari iwan flash sebagai theme song.
Adegan 2
Narator menceritakan sedikit cerita serta tokoh-tokoh yang diperankan. Setelah itu narator mengajak pendengar untuk mendengarkan cerita setelah itu. Narator juga membacakan plot serta seting yang ada dalam babak pertama.
Adegan 3
Dimulai dengan nada kicauan burung yang menadakan tentram serta cerahnya cuaca saat pagi hari. Ibu yang tengah membujuk Ameela untuk akan minum obat. Ameela bercerita pada mamanya perihal keirinnya pada Sasha yang sehat, punya banyak rekan serta bebas untuk bermain. Ibu meguatkan mental Ameela dengan kata-kata yang membangun.
Adegan 4
Sasha di suruh ibu untuk melindungi jarak dengan Ameela, dikarenakan berasumsi Sasha membawa virus yang dapat bikin kesehatan Ameela alami penurunan. Sasha jadi bersalah. Mengapa tidak Sasha yang menanggung penyakit itu, mengapa cuma Ameela yang perlu menanggungnya. Kesya jadi ibu serta papanya tidak adil. Mereka cuma sayang pada Ameela saja. Sasha cuma pingin di beri kasih sayang. Sasha tidak dulu menghendaki separuh hidup ibu. Sasha tahu, seluruh hidup ibu cuma untuk Ameela. Nyaris tak ada celah sedikit lalu untuk Sasha. Sasha juga perlu kasih sayang ibu serta ayah. Sasha senantiasa berfikir tidak dilahirkan ke dunia daripada hidupnya senantiasa di baying bayangi oleh saudara kembarnya.
Adegan 5
Sasha serta Ameela bertukar kehidupan, dikarenakan Ameela memkasa pingin merasaka kehidupannya Sasha. Sasha lalu pingin rasakan kehidupan yang dihadapi oleh Ameela, yang penuh denga kasih sayang ibu.
Adegan 6
Sasha sedih, baru saat ini Sasha merakan pelukan ibu, serta itu lalu sesungguhnya bukan hanya pelukan untuk Sasha, namun untuk Ameela.
Adegan 7
Nafa mengajakan Sasha, yang notabennya yaitu Ameela yang tengah bertukar kehidupan dengan Ameela ke taman sekolah.
Adegan 8
Nafa menyebutkan cintanya pada Sasha, namun yang pada waktu itu yaitu Ameela yang menyamar jadi Sasha. Sasha yang kaget serta belum dapat terima situasi itu, asmanya kambuh serta segera jatuh pisangsan. Nafa membawanya keruang kesehatan sekolah. Serta dikarenakan di kesehatan sekolah peralatanya tidak mencukupi. Maka segera di di bawa kerumah sakit. Denga di bawa kerumah sakit. Kebohongan mereka ter bongkar
Adegan 9
Tahu Ameela pingsan serta ada di tempat tinggal sakit ibu amat marah pada Sasha. Apa lagi Sasha turut membohongi ibu. Ibu marah-marah pada Sasha dikarenakan ibu sekurang-kurangnya senang sama pembohong, serta anda Sasha, samapi berlangsung perihal yang tidak di pingin kan pada Ameela, ibu tak lagi dulu memaafkan anda.
Adegan 10
Ameela menghendaki Sasha untuk mengalah, serta membiarkan Nafa jadi punya Ameela, namun Sasha tidak ingin. Dikarenakan Sasha menggap Ameela sudah merebut kasih sayang ibu serta papadari dirinya. Tanpa sengaja Sasha menarik tangan Ameela, serta Ameela jatuh lantas pingsan.
Adegan 11
Di sesuatu lorong tempat tinggal sakit, seluruh orang yang ada disana repot berdoa serta mengharapkan perihal jelek tidak berlangsung. Ibu yaitu, orang yang sangat takut. Dua anaknya ada dalam area operasi tengah melawan maut. Sasha dengan ketulusan hatinya, dia rela mengorbankan beberapa ginjalnya untuk Ameela. Ibu sanagt menyesal senantiasa berpikiran jelek perihal Sasha. Sasha senantiasa jadi pelampiasaan kemarahannya dikarenakan ibu belum dapat terima nasib yang di catatakan untuk Ameela.
Adegan 12
Oprasi penyangkokan ginjal sukses. Ginjal Sasha di berikanlah satu ke Ameela. Sesudah sadar Ameela minta maaf pada Ameela, serta dapat terima apa yang berlangsung antar Sasha dengan Nafa. Serta keluraga Sasha dapat saling tahu serta membagi kasih sayang mereka pada yang satu dengan yang lain. Tanpa di beda-bedakan lagi.
Adegan 13
Narator menyimpulkan pesan dari drama tadi serta menjelaskan perihal dari tiap-tiap tokoh.
Judul drama : dua jadi satu
Tema drama : ketulusan

Tokoh-tokoh dalam drama ini yaitu :

1. Sasha
2. Ameela
3. Ayah
4. Ibu
5. Nafa
6. Kekek
7. Nenek

Dialog/ naskah
Babak pertama

1. Narrator : hay sahabat trias fm, tetap setia pastinya di sembilan sembilan poin tiga, radionya anak semarang, pastinya yang punya acara yang tidak sama serta senantiasa unggul. Sahabat trias mari kita dengarkan sesuatu drama tantang keluarga yang berjudul “ dua jadi satu”. Drama ini di perankan oleh Sasha, Ameela, Nafa, ibu, ayah, kakek serta nenek. Sesuatu cerita ketulusan hati dari seorang saudara yang memiliki ikatan darah. Pingin lebih tau jalur ceritanya ? Mari kita dengarkan berbarengan ceritanya.

Dalam sesuatu kamar yang amat nyaman. Nyaris seluruh sarana ada, dari di antara jendela kamar, kita dapat lihat panorama yang amat mengagumkan. Pedesaan dibawah kaki gunung bisa tampak. Tempat tinggal ini sengaja didirikan di puncak supaya pemiliknya bisa beristirahat dengan tenang. Terlihat dalam ruangan iu kotak yang diisi obat-obatan. Terbaring didalam kamar seorang gadis cantik berumur tujuh belas tahun serta di sampingnya wanita paruh baya yang setia menungguinya.

2. Musik :theme song “kemesraan” dari iwan flash in-up-down-out.

3. Fx : nada kicauan burung pada pagi hari yang tenang

4. Ibu :” Ameela sayang, ayo obatnya diminium ! Agar cepat pulih !. ”

5. Ameela :” Ameela bosen ma mesti minum obat terus namun sakitnya tidak pulih-sembuh. Mengapa tidak Sasha saja yang sakit. Atau kita berdua yang sakit, agar adil. Kita lahir ke dunia pada saat yang berbarengan namun mengapa nasib kita tidak sama ma ?”

6. Ibu :”Ameela tidak bisa layaknya itu. Maka dari itu cepet minum obatnya. Nati Ameela dapat maen-maen lagi. Ya ! !Obatnya saat ini di minum dulu !”( menyuapkan obat )

7. Ameela :”mama, Ameela pengin layaknya Sasha yang banyak temennya. Kelak Sasha ke sini kan ma ? Kelak bila Sasha ke sini, Sasha suruh bawa teman-temannya ya ma ? !”.

8. Ibu :” kata siapa Sasha dapat ke sini sayang ?”.

9. Ameela :” kata nenek, nenek tadi telfon. Ini kan liburan sekolah lantas Sasha akan maen ke sini. Kelak teman-temanya Sasha suruh dating ke sini ya ma ? !”.

10. Ibu :”owh gitu ya sayang, ibu jadi tidak tau. Namun Sasha tak perlu bawa temen-temennya ke sini. Kawan-kawan Sasha seluruhnya jorok kaya Sasha. Kelak bila Ameela alergi terus sakit lagi bagaimana ? Mending teman-temannya Sasha ngga usah ke sini. Ameela main sama ibu atau mbok yem saja ya !”.

11. Ameela :” ibu berlebih ah, memanglah teman Sasha tu virus ?”.

12. Narrator : dari luar kamar terdengar nada ayah serta Sasha mengucapkan salam. Tiba-tiba kepala Sasha serta ayah nampak dari balik pintu sembari melemparkan senyum pada ibu serta Ameela. Namun lantas ayah segera pergi ke kamarnya.

13. Fx : musik situasi riang

14. Sasha :”assalamualaikum…. ”( sembari lari kecil menuju kamar Ameela dengan raut muka yang bahagia )

15. Ibu :”walkumsalam…. ”

16. Ameela :”walkumsalam…. ”( suka lihat Sasha )

17. Ameela :” Sasha saya kangen banget sama anda. Saya kesepian di sini. Anda kesini sama siapa ? Anda di sini kedepannya samapai kapan ?”

18. Sasha :”aku juga kangen sama anda ? Disini ka suara ibu, ayah serta mobk yem. Ngga barangkali kesepian kna ? Saya tadi di jemput sama ayah dari tempat tinggal nenek. Saya sangat di sini samapai liburan ku selesai. Oh ya ma, tadi kakek serta nenek titip pesan bikin seluruhnya”.

19. Ibu :”oh ya terimakasih Sasha”.

20. Sasha :”Ameela ini saya bawakan suatu hal untukmu, itu hasil buatan ku sendiri loh. Saya belajar dari nenek. Di sini kan udaranya dingin, lantas aku bikinkan syal untukmu. Digunakan ya ? !”. ( sembari berikan syal ke kayla )

21. Ameela :” terima kasih Sasha, bagus banget. Anda nyatanya oke banget…heha”. ( tersenyum bahagia ).

22. Sasha :”halah, biasa saja”.

23. Ibu :”Ameela, syalnya ibu bersihkan dulu agar kumannya hilng. Sasha, Ameela maungobrolnya kelak saja ya ? Anda juga ubah pakaian agar kumannya hilang.

24. Ameela :”tapi Sasha tetap pingin mengobrol dengan Sasha ma. Oh ya, Ameela, mengapa tidak ngajak temen-temenmu yang tempo hari ? Kan agar rame ?”.

25. Ibu :”sudah-sudah. Ameela minum obat terus tidur. Sasha ayo kita keluar. Anda juga butuh istirahatkan Sasha ?”.

26. Narator : ibu menarik tangan Sasha untuk keluar dari kamar Ameela. Sasha tidak berdaya dengan ajakan ibu tersebut.

27. Fx :lagu sedih serta kecewa

28. Ibu :” Sasha, ibu pingin biacara sama anda. Ibu tidak mau ada yang mendengernya”. ( suaranya medesak serta ada penekanan ).

29. Sasha :” ada apa ma ? Mengapa tak ada yang bisa dengar ?”. ( heran )

30. Ibu :”kamu sayang Ameela kan ?”

31. Sasha :” sudah pasti ibu ? Sasha sayang seluruh terhitung ibu serta papa”.

32. Ibu :”baiklah, ibu juga sayang anda. Walau demikian, bila anda sayang Ameela, mulai saat ini anda mesti jaga jarak dengan Ameela”. ( keras ).

33. Sasha :” mengapa Sasha mesti jaga jarak ma dengan Ameela ?Sasha kan pingin menghibur Ameela. Dia kerap menelpon nenek bila dia kesepian”.

34. Ibu :”dia tidak dulu kesepia kesepian. Dia ada ibu serta ayah. Kamu paham.kamu mengerti, bila anda disini, dia dapat iri kepadamu serta itu dapat turunkan mentalnya.

35. Narrator : tiba-tiba ayah datang sesudah mendengar sedikit keributan di area kerja ayah.

36. Sasha :” namun Sasha tidak bermaksud layaknya itu ma ? Sasha cuma pingin menemani saudara kembar Sasha. Sasha jadi bersalah. Mengapa tidak Sasha serta Ameela yang menanggung penyakit itu, mengapa cuma Ameela yang perlu menanggungnya ?”.

37. Ibu :”mama jadi berpikir, mengapa tidak anda saja yang sakit ? Anda ;ebih kuat dari Ameela”.

38. Ayah :” ibu tidak pantas bicara layaknya itu. Sasha itu juga anak kita. Sasha juga perlu kasih sayang dari kita ma ?”.

39. Ibu :” tanpa itu, Sasha telah cukup kuat”.

40. Sasha :”( mulai menitikan air matanya ). Ibu, Sasha juga perlu kasih sayang ibu serta ayah. Sejak kecil, Sasha senantiasa menanti ibu serta ayah untuk mengambil raporku atau lihat pertandingan basket ku. Namun kalian tidak dulu ada di tiap-tiap momen penting Sasha”.

41. Ayah :” mengapa kalian senantiasa saja bertengkar. Ameela tengah istirahat. Mengapa kalian bertengkar ? ? Mengapa ?”.


42. Sasha :”kalian tidak adil, Sasha cuma pingin di beri kasih sayang. Sasha tidak dulu menghendaki separuh hidup ibu. Sasha tahu, seluruh hidup ibu cuma untuk Ameela. Nyaris tak ada celah sedikit lalu untuk Sasha”.

43. Narrator :Sasha lari keluar ruangan sembari menangis. Dia menuju kamarnya. Kerap sekali dia jadi perasaan layaknya ini. Perasaan tersisih. Walau demikian, baru saat ini perasaannya betul-betul hancur lebur. Sasha sebenarynya bila bisa menentukan, dia dapat menentukan untuk tidak dilahirkan ke dunia daripada hidupnya senantiasa di baying bayangi oleh saudara kembarnya

44. Fx : musik sedih serta kecewa.
Babak kedua

45. Narator :keesokan hari, pagi demikian cerah. Umumnya di pakai Ameela untuk menghangatkan badan. Sasha tampak di ayunan bawah pohon. Dia berupaya menenangkan pikirannya dari perihal tempo hari. Demikian sayangnya dia pada kelurganya, hingga dia berupaya untuk melupakan perihal tempo hari. Sasha tetap melamun, tiba-tiba Ameela mengagetkanny.

46. Fx :kicauan burung

47. Ameela :”dooooooooooooooooooorrrrrrrrrrrr………. Ngalamum terus…………”. ( sembari mencibir ). “nanti kesambet loh ? ? ?.... ”.

48. Sasha :” ehhh :. ( terperanjat ). Ameela, anda mengagetkan saja. Saya telah lama tidak menghirup udara fresh. Di sini sejuk sekali. Tenang serta damai”.

49. Ameela :” sekurang-kurangnya anda bisa rasakan kehidupan di dua area. Namun saya mesti terasingkan di puncak ini. Cuma ada ibu, ayah serta mbok yem. Ayah saja bila weekend serta libur. Saya bener-bener kesepian disini. Oh ya ? ? Bagaimana kabar temen-temenmu ? ? Saya kangen sama mereka. Sasha, Nafa thu orangnya baik ya ? Ganteng lagi. ” ( Ameela tersenyum tidak tebal di bibir mungilnya ).

50. Sasha :” ( Sasha tersenyum getir namun berusaha untuk menutupinya ). Hayo, anda kangen sama temen-temenku yang lain ata sama Nafa ? Anda senang ya sma Nafa ? Ngaku saja. Nanti saya sampein deh kangennya”.

51. Ameela :” janganlah sha ! ! Saya malu. Saya iri sama anda sha, anda dapat berbuat apa saja sesuka hati mu. Anda bisa berteman dengan siapapun. Saya pingin 1 hari saja jadi dirimu”.

52. Sasha :” bila itu dapat, saya dapat menukar dirimu. Saya juga iri dengan mu. Seluruh kasih sayang ibu tercurahkan cuma pada mu. Anda tentu suka dapat tiap-tiap hari dipeluk ibu. Akau sejak kecil tidak dulu dipeluk ibu.

53. Ameela :”sha bagaimana kalu kita bertukar kehidupan sha ? ?”

54. Sasha :”maksud mu la ?”

55. Ameela :”iya, kita bertukar kehidupan, anda lantas saya, saya lantas anda, dengan layaknya itu, saya dapat rasakan kebebasan, rekan serta tidak tiap-tiap hari tidur serta berdiam diri dirumah. Serta anda dapat jadi saya sha, setiap hari di peluk serta di sayang sama ibu serta ayah. Bagaimana menurut mu sha ?”

56. Sasha “ itu ngga barangkali la, serta itu yaitu perihal gila”.

57. Ameela :”kenapa ?kamu takut kita ketahuan oleh ibu ?”

58. Sasha :’he’em, saya juga takut dapat berlangsung apa-apa dengan mu sha”.

59. Ameela :”aku telah sehat sha ! !Tolong saya sha, saya pingin sekali rasakan kehiupan layaknya kamu”( merayu ).

60. Sasha :”oke namun cuma untuk hari saja. Bagaimana ?”

61. Ameela :”oke, deal saya setuju”.

62. Sasha :”besok saya mulai sekolah, serta kelak saya siapkan jadwal pelajarannya, namun ingat pesan ku saudara saya tercinta !”.

63. Ameela :”apa itu Sasha ku sayang ?”.

64. Sasha :”jangan lupa bawa obatnya serta di minum, saya ngga akan berlangsung apa sama kamu”.

65. Ameela :”siap bos ! !”. ( sembari ketawa berbarengan ).

66. Fx :suara mobil dipanaskan

67. Ibu :”papa, Sasha, Ameela makan paginya telah siap”

68. Sasha :”Ameela saya takut ibu kan tau”. ( sembari lihat ke seluruh tubuhnya yang telah dimake up sepeti Ameela ). 

69. Ameela :”ngga dapat katahuan sha, anda yang enjoy saja di tempat tinggal, anda nurut saja apa yang di perintah sama ibu. ( meyakinkan Sasha ).

70. Ayah :”ma, anak-anak mana ? Kok belum sarapan ?”

71. Ibu :”mereka tetap bercakap pa, ngga akan di ganggu tuturnya, namun ibu lantas takut bila Ameela berlangsung suatu hal. ”

72. Ayah :”mama ngga bisa gitu, mereka kelihatnaya bahagia kok ma. ”

73. Ibu :”iya bila Sasha, bagaimana dengan Ameela ?”

74. Ayah :”udah-udah ma, Ameela ngga apa-apa kok. ”( menenangkan ibu ).

75. Ibu :”Ameela, Sasha kalian tengah apa ? Ayo cepat kita sarapan”

76. Ameela serta Sasha :”iya ma, bentar lagi kita turun. ”

77. Ibu :”kalian lama sekali ? Sasha ini makan untuk mu”.

78. Sasha :”iya ma, terima kasih banyak ya :”

79. Ibu :”Ameela sini ibu suapin. ”

80. Ameela :”owh iya ma. ”( amat kaget serta terharu, dikarenakan ini tidak dulu ibu kerjakan pada kehidupan sesungguhnya, yakni waktu dirinya lantas Sasha ).

81. Ayah :”Sasha kelak anda pulangnya sama pak odah ya ? Ayah ada meeting nati sore sampai malam”.

82. Sasha :”owh y ayah. ( kaget dikarenakan belum demikian siap untuk lantas Sasha )”.

83. Ayah :”ayo Sasha kita berangkat, telah siang ni”.

84. Sasha :”ayo pa !”

85. Fx :”suara mobil”

86. Ibu :”hati-hati ya pa ! Serta anda Sasha belajar yang benar !

87. Sasha :”iya ma”

88. Ayah :”iya sayang”.

89. Ameela :”hati-hati ya !”

90. Sasha :”dha ibu, serta Ameela”

91. Ameela :”dhaaa”.

92. Ibu :”ayo Ameela kita masuk kerumah, janganlah banyak angin-anginan, habis ini minum obat, terus istirahat ya ? !”

93. Ameela :”ma, Ameela ngga akan istirahat ma, Ameela pingin terus berbarengan ibu, Ameela pingin di peluk terus sama ibu. ( menangis, terharu )

94. Ibu :”Ameela, anda mengapa, bukannya setiap hari ibu memeluk anda ?, ibu kan selalau ada di samping mu sayang. ”

95. Ameela :”( dalam hati ) ini Sasha ma, bukan hanya Ameela, sedih ma, baru saat ini Sasha brau merakan pelukan ibu, serta itu lalu sesungguhnya bukan hanya pelukan unutuk saya, namun untuk Ameela.

96. Ibu :”ayo Ameela kita masuk ke kemar !”

97. Ameela :”iya ma”. ( mengangguk ).

98. Fx :”suara mobil serta nada bising di sekolah menengah atas, celoteh beberapa remaja”

99. Nafa :”hay Sasha, apa kabar ? Bagaimana perasaan mu sesudah bersua dengan kelurga mu ?”( suka sekali dapat bersua dengan Nafa )

100. Sasha :”seneng banget, saya amat senang”.

101. Nafa :”sha, kok anda rada pucat, anda sakit ?”

102. Sasha :”masa ? ?Ngga kok, saya sehat banget”. ( sembari menggigit bibirnya ).

103. Nafa :”oke deh bila seluruhnya baik-baik saja. Ayo kita lari menuju kelas kita, pelajaran dah akan diawali. ”

104. Sasha :”oke…tunggu aku”. ( Ameela masuk kekelas serta ikuti seluruhnya dengan lumrah, tak ada yang berprasangka buruk dengannya ).

105. Fx :”musik hiruh pikuk sekolah yang rame dengan celoteh beberapa anak-anak remaja yang menyongsong jam istirahat mereka

106. Nafa :” Sasha”( berteriak memanggil Sasha )

107. Sasha :”iya ada apa( menoleh serta amat suka, karna yang menoleh yaitu oaring yang iya senang ).

108. Nafa :”sha, kita ketaman yo !”. ( menujuk taman )

109. Sasha :”kenapa ?ada yang butuh diomongin ?”.

110. Nafa :”iya, saya akan ngomong serius masalh ini sama kamu”.

111. Kesyha :”ada apa”. ( sembari jalan ketaman ).

112. Nafa :”gini sha, aku…aku… saya ( gerogi )

113. Sasha :”kenapa ? ? Kok lantas gagu demikian ?”

114. Nafa :”( tersipu malu )gini sha, sesungguhnya sepanjang ini saya senang sama anda, apa anda akan lantas pacar ku ?”

115. Kesyha :”( tiba-tiba raut muka pucat serta menjawab dengan terbata-bata ) anda katakan apa fa ?”

116. Nafa :” saya katakan, saya dah lama senang sama anda, apa anda akan lantas pacar ku ?”

117. Sasha :”kamu katakan ( nafasnya tersengal-sengal )

118. Nafa :”kamu mengapa sha ? Sha anda baik-baik saja kan ?”

119. Kesyha :” ngga apa fa( memegangi dadanya serta asmanya kambuh )

120. Nafa :”kamu mengapa sha, anda sakit ?( Nafa yang bingung dikarenakan tiba-tiba Sasha pingsan ).

121. Narrator :” Nafa membawa Sasha yang notabennya yaitu Ameela ke area kesehatan sekolah, dank arena pihak kesehatan sekolah tidak sanggup selanjutnya Ameela di bawa ke tempat tinggal sakit. Denagn masuk tempat tinggal sakit, kebohongan yang di kerjakan oleh mereka berdua terbongkar. Serta Sasha yang sebernarnya ada dirumah dengan mamanya.

122. Fx :”suara telfon rumah”.

123. Nafa :”halo dapat bicara denga ibunya Ameela ?”

124. Ibu :”iya saya sendiri, ada apa ?”

125. Nafa :”ini Nafa tante, temennya Ameela serta Sasha, inget kan tante ?”

126. Ibu :”iya, ada apa ?

127. Nafa :”gini tante, saat ini Ameela ada di tempat tinggal sakit, d ugd, tadi asmanya kambuh”.

128. Ibu :”bercanda kam fa, Ameela ngga di tempat tinggal sakit, ini tengah sama tant( sembari lihat ke kayla ). Mengapa dengan Sasha ? ?

129. Sasha :”ya tuhan apa yang berlangsung dengan Ameela ma ?”

130. Ibu :”Ameela ini Sasha tuturnya pingsan”.

131. Sasha :”mama, saya bukan hanya Ameela, saya Sasha, maaf ma saya membohongi mama”.

132. Ibu :”( menutup telfon ). Apa ? ? Anda Sasha ? ? Apa yang berlangsung dengan kalian ? Mengapa kalian membohongi ibu ? Ibu sekurang-kurangnya senang sama pembohong, serta anda Sasha, samapi berlangsung perihal yang tidak di pingin kan pada Ameela, ibu tak lagi dulu memaafkan anda. Ingat itu ? ? ! !( dengan emosi yang meluap-luap sembari menagis serta pergi meninggalkan Sasha ).

133. Sasha :”hanya menangis meratapi apa yang berlangsung pada dirinya.

134. Narator :”Ameela di perbolehkan pulang sama dokter. Ibu, ayah serta Sasha menjemputnya untuk pulang. Dalam perjalan pulang, ibu mencuekan Sasha, Sasha cuma dapat terdiam.

135. Ameela :” ma, maafin Ameela ya ? !”

136. Ibu :”iya sayang, ibu telah maafin anda kok. ”

137. Ameela :”kalau gitu ibu ngga bisa cuekin Sasha lagi, karna yang ngajak bertukr posisi adalh Ameela ma. ”

138. Ibu :”iya sayang. ”( tanpa lihat Sasha ).

139. Sasha :”maafin Sasha ya ma ? !”

140. Ibu :”iya sha( datar ).

141. Ayah :”oh ya Sasha, tadi ayah ketmu Nafa”.

142. Sasha :”dimana pa ?”

143. Ayah :”di kantor, tuturnya Nafa akan ketmu papanya di kantor, terus Nafa titip salam buta kalian.

144. Ameela :”yang bener pa ?”

145. Ayah :”iya la”.

146. Fx :”suara hembusan angin yang melalui ventilasi pintu

147. Ameela :”akhirnya ngga lantas opnam, dirumah lagi deh”.

148. Ibu :”Ameela segera istirahat ya !”

149. Ameela :”iya ma”.

150. Ibu :”dan anda Sasha, segera belajar. ”

151. Fx : nada kicau burung pada pagi hari

152. Ameela :”( mendekati Sasha yang tengah duduk di ayunan taman belakang tempat tinggal )sha, kemrin kan Nafa katakan senang sama anda.

153. Sasha :”( terperanjat ) terus ? ?

154. Ameela :”bagaimana kalu anda mengalah, serta membiarkan saya jatuh cinta sama Nafa ?

155. Sasha :”maaf la, saya betul-betul tidak dapat lakukan ini. ”

156. Ameela :”kamu ngga sayang m saya ya sha ?”

157. Sasha :”kok tiba-tiba anda ngomong kaya gitu la ?q amat sayang sama kamu”.

158. Ameela :”kalau anda sayang sama saya, anda mesti akan nglakuin ini ? ( ngambek )

159. Ameela :” apa maksud mu akau merebut ibu serta ayah dari mu ? Anda pikir saya suka dengan situasi layaknya ini ? Tidak sha, anda punya nenek serta kakek serta anda juga punya banyak rekan. Namun saya cuma punya bonek teddy yang senantiasa menemani ku.

160. Sasha :” namun seluruh kurang bila tak ada kasih sayang orang tua. Namun Ameela, saya juga tidak bermaksud layaknya itu. Saya tidak dulu berpikir kau merebut siapa saja dari ku.

161. Ameela :”kamu jahat sha, anda egois. Anda telah mendapatkan seluruh namun anda tetap saja jadi kurang. Terlebih anda tidak dapat lihat kedaan ku ini ? ? Anda cuma memikirkan situasi dirimu sendirio sha.. ”.

162. Sasha :” maafkan saya Ameela, bukan hanya maksud saya demikian. Saya hany iri sja kepda mu.

163. Narator :” tanpa di sengaja Sasha menarik lengan Ameela, hingga jeyla terjatuh serta segera pingsa ).
Babak ketiga

164. Narrator :” di sesuatu lorong tempat tinggal sakit, seluruh orang yang ada disana repot berdoa serta mengharapkan perihal jelek tidak berlangsung. Ibu yaitu, orang yang sangat takut. Dua anaknya ada dalam area operasi tengah melawan maut. Sasha dengan ketulusan hatinya, dia rela mengorbankan beberapa ginjalnya untuk Ameela. Ibu sanagt menyesal senantiasa berpikiran jelek perihal Sasha. Sasha senantiasa jadi pelampiasaan kemarahannya dikarenakan ibu belum dapat terima nasib yang di catatakan untuk Ameela. Sesudah sebagian jam menanti, Sasha tersadar dari tidur sesudah sebagian jam tidak sadarkan diri”

165. Fx :suara situasi cemas

166. Ibu :”Sasha, anda telah sadar sayang ?” ( ambillah mengelus rambut Sasha ). Ibu sanagt cemas dengan kalian. Maafin ibu sya sayang ? ? ! ! Ibu sepanjang ini tidak dulu hiraukan dengan mu”.
167. Sasha :”mama, peluk saya. Saya pingin sekali di peluk. Saya tidak dulu marah dengan kalian seluruh dikarenakan saya amat sayang dengan kalian. Tak hanya kakek serta nenek, kalianlah orang-orang yang senantiasa dalam hati ku”.

168. Ibu :” ( sabil menitikan air mata ). Terima kasih Sasha, semoga ketulusan ini, Ameela bisa pulih kembali serta kita seluruh bisa berkumpul berbarengan lagi.

169. Sasha :” ma, dapat saya kerjakan apa pun untuk Ameela. Bila saya mesti berikan seluruhnya untuk Ameela, saya ikhlas ma. Yang penting Ameela dapat tersenyum kembali”.

170. Ayah :” sudahlah, seluruhnya telah berakhir bahagia. Maaf-maafannya kelak saja. Kelihatannya Ameela juga telah sadar.

171. Narrator :”( kamar Ameela serta Sasha sengaja di satukan dalam satu ruangan )”

172. Nenek :” aduh Ameela, cucu nenek yang sangat manis. Anda telah sadar ? ?” Nenek serta kakek amat kangen dengan kamu”.

173. Ameela :”iya nek, Ameela juga kangen. Sasha telah sadar belum nek ? Di mana Sasha saat ini ?”

174. Sasha :” saya di sini kayla, dari tadi saya ada di samping mu”.

175. Ameela :” maafin saya Sasha, perihal pagi itu. Saya tidak bermaksud menyakitimu. Serta saya baru sadar bila pada anda serta Nafa tentu ada suatu hal. Saya tidak menyadarinya. Saya tak lagi mengambil apa yang semestinya memanglah punya mu”.

176. Kesyha :”kita di lahirkan memanglah untuk saling sharing. Barangkali juga semestinya dari dulu saya membagi ginjalku untuk mu. Namun bila anda memanglah senang Nafa juga tidak apa-apa. ”.

177. Ameela :”tidak sha, untuk problem Nafa itu tidak dapat di bagi-bagi lagi. ( Ameela tertawa ).

178. Ayah :” haduh, putrid-putri kecilku saat ini telah besar ya ? Telah tahu perihal cinta-cintaan”.

179. Narator :” situasi demikian meriah tetapi terus hangat. Seluruh larut dalam kegembiraan”

180. Music :”lagu kemesraan in-up-down-under

181. Narrator :”demikan sahabat trias cerita drama keluarga “dua jadi satu”. Ibu yang dulu tidak dulu anggota kasih sayang serta perhatiannya saat ini sudah sadar, dengan ketulusan Sasha yang akan mendonorkan satu ginjalnya untuk saudara kembaranya, yakni Ameela. Ameela yang dulu iri dengan kehidupan Sasha lalu telah dapat terima perbedaan yang berlangsung. Serta keduanya saling tahu satu sama yang lain.

Contoh naskah drama lainnya :



teksdrama.com » kumpulan naskah drama & artikel pendidikan

Post title: Contoh Naskah Drama Radio / Broadcasting
Written by: Dina Anggraeni

Bagi Anda yang ingin copy-paste artikel, dimohon dengan sangat untuk menyertakan link yang menuju ke laman artikel Contoh Naskah Drama Radio / Broadcasting ini.

Jika artikel diatas bermanfaat, silakan like/bagikan dengan sahabat Anda di social media dengan menggunakan widget share dibawah ini.

0 Response to "Contoh Naskah Drama Radio / Broadcasting"

Post a Comment