Contoh Naskah Akademik

Naskah akademik jika didefinisikan adalah naskah yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah berkaitan dengan konsepsi yang berisi latar belakang, tujuan penyusunan, sasaran yang ingin diwujudkan dan lingkup, jangkauan, objek serta arah pengaturan rancangan undang-undang.

Penyusunan Naskah Akademik di Indonesia sejauh ini masih bersifat fakultatif atau tidak suatu keharusan, sebagaimana yang diatur pada Pasal 5 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 68 Th. 2005.

CONTOH NASKAH AKADEMIK

NASKAH AKADEMIK PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG PEMBATASAN JAM KUNJUNGAN WARNET UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

A. Pendahuluan

. Latar belakang

Anak yaitu anugerah serta amanah dari allah swt yang disebut generasi penerus hari esok bangsa serta negara, oleh sebab itu menempel kepadanya hak-hak untuk mendapatkan jaminan kehidupan yang layak, peluang yang seluas-luasnya untuk tumbuh serta berkembang baik dengan fisik, mental ataupun spritual dan mendapatkan perlindungan dari orang tua, keluarga, masyarakat serta pemerintah supaya dapat jadi manusia serta mandiri serta juga berakhlak mulia.
Sekarang ini teknologi berkembang cepat, semua suatu hal bisa ditemukan melewati internet. Semua suatu hal yang kita peroleh dapat berbentuk positif, dapat berbentuk negatif. Seluruhnya bergantung bagaimana kita mencermati serta menanggapi satu perihal yang baru dengan baik serta benar, dan tidak menyalahi hukum, nilai etis, norma serta kepatutan. Jaringan internet sekarang ini sendiri telah menyebar nyaris seluruh tempat apalagi merambah ke tempat terpencil. Penggunannya lalu datang dari bermacam kelompok umur, anak muda, orang dewasa, apalagi anak anak ( di bawah umur ).
Sebagai titik kajian sekarang ini yaitu sarana game online yang disiapkan di warung internet ( warnet ) yang mana anak di bawah umur/anak umur awal sebagai penggunanya. Di sebagian area yang didatangi, anak di bawah umur bertaburan di warnet, apalagi pada waktu jam sekolah. Tidak salah memanglah kita memperkenalkan internet pada anak sejak awal, namun pengenalan ini mesti segera memperoleh pengawasan ketat dari orang tua.
Ironisnya, sebagian dari mereka ( anak di bawah umur ) betul-betul kecanduan bermain game sampai lupa waktu. Dari hasil penelitian pada sebagian sampel, sangat sedikit anak tersebut menggunakan waktu lebih kurang 4-5 jam tiap-tiap harinya. Pasti perihal ini bisa beresiko negatif pada tumbuh kembang prilakunya. Seakan periode kecilnya direnggut oleh pesatnya teknologi. Pada sebagian masalah, ada sebagian anak yang bolos jam sekolah, apalagi ada yang berani mengambil duit orang tuanya untuk bermain game online, atau beli voucher game online. Serta tetap ada sebagian tingkah laku menyimpang yang lain.


. Landasan filosofis

- dengan filosofi, sebagai konsentrasi yaitu perihal terhambatnya tumbuh kembang anak.
Dikarenakan pada step umur inilah seluruhnya mulai berkembang. Namun kita butuh berikan perhatian perihal ini, dikarenakan merekalah penerus bangsa ini. Mereka lah yang kelak dapat mengawal bangsa ini ke arah yang tambah baik.

2. Landasan sosiologis
- pada prinsipnya perihal ini berlangsung dikarenakan kurangnya perhatian atau pemantauan dari orang tua anak. Teknologi memanglah tidak dapat terpisahkan dari kehidupan masyarakat saat ini, namun di antara peran orang tua yaitu menjadi filter supaya anak tidak salah menanggapi problem atau info yang ada.
Dampak yang diakibatkan condong tidak tampak kurun waktu yang cepat, namun dapat amat merasa satu th. Lebih mendatang. Hidup dengan bermasyarakat pastinya kurang, dikarenakan jam aktifnya sudah habis di depan perangkat computer untuk bermain game.

3. Landasan yuridis

- pancasila
- uu no. 23 tahun 2003 perihal perlindungan anak ;

Bab. Ii pasal 3,
- perlindungan anak mempunyai tujuan menanggung terpenuhinya hak-hak anak supaya bisa hidup, tumbuh, berkembang, serta berperan serta dengan maksimal sesuai dengan harkat serta martabat kemanusiaan, dan memperoleh perlindungan dari kekerasan serta diskriminasi, untuk terwujudnya anak indonesia yang berkwalitas, berakhlak mulia, serta sejahtera.

Bab. Iii pasal 11
- tiap-tiap anak memiliki hak untuk beristirahat serta memamfaatkan waktu senggang, bergaul dengan anak sebaya, bermain, berekreasi, serta berkreasi sesuai dengan ketertarikan, bakat, serta tingkat kecerdasannya untuk pengembangan diri.


2. Tujuan serta manfaat

Penyelenggaran perlindungan ini dikerjakan memperhatikan segi agama, adat-istiadat, sosial masyarakat edepankan prinsip-prinsip dasasr hak-hak anak.

Prinsip-prinsip basic hak-hak anak meliputi :
A. Nondiskriminasi
B. Keperluan yang terbaik untuk anak
C. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup serta perubahan, dan
D. Penghargaan pada pendapat anak.

Dibawah umur yang disebut di dalam bahasan ini yaitu pada umur 9-13 tahun. Dikarenakan pada umur ini anak condong melakukan tindakan tanpa memikirkan perihal negatif yang dapat timbul, tetap labil, belum terlampau dapat mencerna perihal yang dihadapinya sehari-hari.
Perihal ini mempunyai tujuan supaya seluruh segi kehidupan anak bisa jalan sesuai pola umurnya. Yaitu berperan serta dengan maksimal, saling membantu, melatih serta menumbuhkan sikap kepemimpinan, bermain berbarengan rekan kawan, tertawa, bernyanyi, berlari-lari dan sebagainya. ( tengok pasal 11 bab. Iii )

3. Metode pendekatan

Penyusunan naskah akademik ini menurut hasil survey yang saya bikin pada sebagian sampel dengan teratur, serta bergelombang.
Terhitung segera berdiskusi dengan pemilik usah warnet. Serta perumusan masalahnya saya kerjakan dengan langkah berdiskusi dengan orang yang memiliki kapasitas dalam problem ini.

4. Materi muatan

Untuk tercapainya kesempurnaan aturan, pihak dinas sosial, komnas anak, dibantu oleh lsm yang concern pada dunia anak, berbarengan mengadakan sosialisasi dari sekolah ke sekolah ( sd serta smp satu tingkat ).
Lantas materi ini dibikin, setelah itu memasuki step pengujian, untuk lantas disampaikan dalam rapat rancangan peratuan daerah/qanun di provinsi aceh.


B. Area lingkup naskah akademik perihal pemberlakuan jam kunjungan warnet untuk tingkatan umur tertentu


. Umum

- game online yaitu type permainan computer yang memakai jaringan computer ( lan atau internet ), sebagai medianya. Umumnya permainan daring ini ( game online ) disiapkan sebagai tambahan service dari perusahaan penyedia layanan online, atau bisa di akses segera melewati sistem yang disiapkan dari perusahaan yang sediakan permainan tersebut.
- voucher game yaitu merupakan sebanyak nilai yang bisa dipergunakan untuk transaksi pembelian atau penyewaan satu barang ( item ) dalam game online yang tidak dapat dibayar memakai point yang ada bisa saat bermain. Manfaat voucher untuk beli, contohanya : pedang, pakaian perang, kendaraan, dan sebagainya yang menyangkut sistem permainan.

2. Materi

- butuh ada pengaturan perihal :

A. Jam kunjungan atau pemakaian layanan warnet untuk anak di bawah umur. ( pada umur 9-13 tahun )
B. Batasan perihal waktu optimal anak bisa memainkan game online tersebut. ( contohnya jam 50 menit, dengan pemantauan dari operator warnet )
C. Pelarangan dengan keras atas pemakaian layanan internet pada waktu jam sekolah yakni pada ( jam 7. 00-13. 30 wib )
D. Diperbolehkan dengan syarat, dapat sudah melalui batas umur tetapi operator tidak mempercayainya, si anak bisa memberikan kartu siswa.
E. Butuh juga dikerjakan sosialisasi dari warnet ke warnet perihal perihal ini ( memberitahukan pada operator warnet atau pemilik warnet ).
F. Dinas sosial, komnas anak, berbarengan satpol pp sebagai penertib/pengawal menuju tercapainya tujuan-tujuan diatas.

3. Sanksi

- anak yang kedapatan melanggar aturan, setelah itu dikembalikan pada orang tua masing.
- pemilik usaha warung internet atau operator dapat terkena sanksi jika tidak menghiraukan aturan yang ada ( dalam konteks ini mengacu pada cerita dasarnya, apakah memanglah salah pemilik warnet atau cuma kekeliruan pada operator yang lalai ), bisa didenda sedikitnya rp . 000. 000.
- bila penyedia layanan internet/warung internet telah berkali-kali pelanggaran, maka izin usahanya bisa dicabut. Optimal pelanggaran 3 kali.

4. Penutup
Selajunya ketentuan ini berlaku efisien bila total segi sudah siap dengan masak serta juga menurut kajian kekuatan.

C. Rangkuman serta saran

Dengan pesatnya perubahan teknologi, kita butuh menyiapkan diri supaya tidak gampang terseret arus negatif.
Semua usaha mesti dikerjakan, dimulai dari diri sendiri, orang-orang paling dekat, masyarakat, serta pemerintah tempat. Untuk anak di bawah umur peran orang tua sebagai filter amat diinginkan, dikarenakan pada saat umur mereka ini pemikiran mereka penuh dengan sinyal bertanya serta penasaran perihal satu perihal yang di terima.
Teknologi mungkin merebut periode kecil anak-anak kita, efeknya sendiri baru dapat tampak kelak di periode yang akan tiba.
Lantas diinginkan orang tua terus serta terus lakukan pemantauan supaya anak-anak tidak terperosok pada lubang hitam.
Dari seluruhnya, perihal ini mempunyai tujuan membuat perlindungan generasi penerus serta menciptakan generasi-generasi yang kuat untuk melanjutkan harapan bangsa indonesia.

D. Lampiran

Undang-undang no. 23 tahun 2003, perlindungan anak
Bab. Ii pasal 3, bab. Iii pasal 11

Reni akbar, hawadi ( 2001 ) psikologi perubahan anak : mengetahui karakter, bakat, serta kekuatan anak. Jakarta : penerbit pt grasindo

Ram nath sharma, rachana sharma ( 2006 ) child psychology. New delhi : atlantic pubsliher & distributor

Tim pustaka familia ( 2006 ) menepis kendala tumbuh kembang anak. Yogyakarta : kanisius

Like / bagikan artikel :

Artikel terkait: