Naskah Drama Teater Part II

Artikel contoh naskah drama teater lanjutan dari artikel contoh drama teater sebelumnya yang mengisahkan tentang sosok Mesi, Tata dan Lia. Baca artikel PART I naskah drama teater sebelum melanjutkan menyimak artikel lanjutan ini.

Setelah Lia dan Mesi pada kesempatan pertemuan mereka disalon merekan sudah saling bertukar nomor telepon, mereka lantas saling bertanya kabar dan sesekali bertanya soal pasangan melalui telepon. Mesi yang dikenal sebagai type cowok yang suka gonta-ganti pacar tentunya ini menjadi momentum bagi dia untuk mendekati Lia.

Diawal pertemuan antara Mesi, Lia dan Tata sebenarnya ketertarikan Mesi lebih ke Tata, namun Tata yang terlihat kurang aktif menjadikan Lia semakin agresif untuk mulai berbincang dengan Mesi sehingga akhirnya pertemuan mereka disalon pada waktu itu berlanjut hingga ditelepon.

Toni :
Narator menyuruh Lia dan Mesi untuk bertemuan disebuah tempat untuk melakukan perbincangan, dan meneruskan apa yang mereka obrolkan ditelepon sesuai dengan skrip drama yang dibuat. Dalam scenario naskah drama tersebut Lia diberikan peran untuk langsung menyatakan cintanya kepada Mesi.

Mereka pun akhirnya bertemu disebuah cafe

Babak II

Lia :
Hi Mesi, apa kabar?

Mesi :
Baik Lia, kamu sendiri?

Lia :
Ya, aku baik-baik aja.

Mesi :
Thanks ya udah mau ketemuan sama kau hari ini.

Lia :
Sama-sama, lagian kalau kamu nggak ngajak duluan mungkin aku juga yang bakalan ngajak kamu.

Tanpa basa-basi Lia dengan berani menyatakan kemauannya tersebut.

Disini Lia mulai banyak bicara, sementara Mesi yang sebenarnya merupakan tipikal cowok aktif dan punya ketertarikan tinggi terhadap wanita justru lebih banyak terdiam dengan sikap dan keaktifan Lia.

Narrator :
Toni memberikan instruksi kepada Lia agar dia menyatakan perasaannya ditempat tersebut ke Mesi.

Setelah mereka berbincang-bincang sekitar 10-15 menit akhirnya Lia mengungkapkan perasaannya kepada Mesi.

Lia :
Mes, aku pengen ngomong sama kamu.

Mesi :
Ya, silahkan bukankah kita ketemu disini emang untuk membicarakan banyak hal?!

Lia :
Aku suka sama kamu, maukah kamu jadi pacar aku?

Mesi terdiam dan merasa sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Lia. Baru kali ini dia ditembak oleh seorang cewek.

Mesi :
Kamu suka sam aku?

Lia :
Iya, aku suka banget sama kamu. Mau kan kamu jadi pacarku?

Mesi :
Lia, kamu tu  cantik, keren, dan menggoda banget. Tapi, aku nggak tau apa aku bisa jadi pacar kamu atau tidak.

Lia :
Kenapa?

Mesi :
Kita baru kemarin saling kenal, dan aku masih nggak yakin dengan semua ini. Kasih aku waktu ya untuk memberikan jawaban. Aku nggak ingin kebersamaan ini menjadi kacau karena sesuatu yang terjadi terlalu cepat.

Lia :
Baiklah, aku ngerti.

Mereka sama-sama menunjukkan sikap yang tidak sama dengan prilaku mereka seperti biasanya. Lia adalah tipikal cewek yang nggak sabaran, manja dan selalu ingin mendapatkan apa yang dimaukannya. Dan kali ini dia mau bersabar untuk menunggu jawaban dari Mesi. Sementara Mesi sebagai seorang cowok yang suka dengan gonta-ganti pacar ternyata tidak serta merta menerima Lia.

Babak III

Narator :
Toni memberikan arahan kepada Mesi agar bertemu dengan Tata. Tata adalah teman dekat Lia dan selalu memperlakukan Lia dengan baik.

Diawal pertemuan mereka bertiga Mesi memang lebih tertarik terhadap Tata. Mesi pun akhirnya bertemu dengan Tata.

Disebuah taman Tata dan Mesi bertemu  sekitarjam 3 sore.

Mesi :
Apa kabar Ta?

Tata :
Baik, kamu apa kabar nih?

Mesi :
Ow.. aku fine2 aja.

Setelah ngobrol sekitar 30 menit Mesi merasa ada yang beda dengan Tata. Sewaktu bertemu dengan Lia dia merasa tidak ada yang istimewa dalam diri Lia. Sementara ketika dia berdekatan dengan Tata serasa ada magnet tersendiri yang membuat dia takluk oleh perasaannya.

Narator :
Toni memberikan pengarahan kepada Mesi dan Tata bahwa mereka berdua akan jadian ditaman tersebut.

Mesi :
Kamu punya pacar Ta?

Tanpa pernah terlintas sebelumnya Mesi langsung menanyakan hal tersebut kepada Tata

Tata :
Nggak, nggak laku kali ya ?!

Mesi :
Ah mau bisa aja.

10 menit kemudian Mesi mengatakan perasaannya kepada Tata. Mesi mengatakan kepada Tata bahwa dia jatuh hati dengannya.

Mesi :
Ta aku suka sama kamu. Mungkin ada yang aneh denganku. Baru beberapa hari kenal kamu, dan nggak banyak yang kita saling tau namun tiba-tiba perasaan ini dengan derasnya tak dapat ku bendung. Aku sadar, nggak banyak yang bisa ku katakana ke kamu mengingat kita hanya dua insan yang baru kenal beberapa jam, tapi aku mau kamu tau bahwa apa yang lisanku ucapkan adalah pinta dari hatiku yang terdalam. Aku suka kamu, kamu nggak harus bilang iya, dan kamu juga bisa menolakku. Aku ngomong gini hanya agar kamu tau bahwa dengan sepenuh hati aku menyukaimu.

Tata terdiam, dan akhirnya menjawab apa yang dikatakan Mesi tentang perasaan cowok tersebut ke dia.

Tata :
Ya, kita baru kemarin kenal, dan aku juga nggak tau siapa sebenarnya kamu. Aku juga nggak tau apa semua ini sudah kamu rancang sebelum kamu mengajakku ketemu. Tapi aku nggak butuh kecurigaan, aku nggak pernah tau apa yang sebenarnya ada dihati kamu, karena yang ku rasakan saat ini adalah ada cinta dimata kamu. Mesi, cinta nggak butuh waktu lama untuk hinggap dihati seseorang, termasuk aku. Buktinya saat ini aku sudah jatuh hati sama kamu.

Mereka pun akhirnya jadian ditaman itu. Bersambung.. akan berlanjut naskah drama teater III 

Like / bagikan artikel :

Artikel terkait:

0 comments:

Post a Comment