Drama Percintaan Dia dan Dirinya Berikanku Benih Cinta Part II

Ini merupakan artikel naskah drama cinta lanjutan 'dia dan dirinya berikanku benih cinta'.

Jerry kian mengenal baik sosok gadis bernama Santi yang tidak lain adalah adik teman dekatnya, Hanum. Pada suatu hari Jerry mengajak Santi untuk bertemu disebuah cafe tempat dimana Jerry sering menemui kakaknya.

Lewat panggilan telepon Jerry mengajak Santi untuk bertemu.

Jerry:
Hello.. Apa kabar San? Baik kan?

Santi:
Baik mas. Mas sendiri gimana?

Jerry:
Aku baik-baik aja.

Jerry:
Oya, San kamu hari ini ada acara?

Santi: nggak ada mas, emang kenapa?

Jerry:
Aku mau ngajak kamu ketemuan di cafe. Bisa nggak?

Santi:
Seketika Santi terdiam

Jerry:
Hello.. San, kok diam?

Santi:
Ketemu mas di cafe?

Jerry:
Iya, kenapa kok kayak aneh gitu?

Santi:
Nggak sih, cuman biasanya kan mas sama kak Hanum. Aku nggak enak sama dia.

Jerry:
Nggak enak kenapa San?

Santi:
Ya aku nggak enakan aja, nanti kakak nyangka yang nggak2.

Jerry:
Kamu takut sama kakak kamu? Yaudah aku pamitin ke dia ya?

Santi:
Nggak usah mas. Yudah deh ntar aku pamit sendiri aja sama kakak. Ntar aku kabari mas ok.

Jerry:
Baik, ditunggu ya.

Santi:
Ok

Kemudia Santi menghampiri kakaknya dikamar

Santi:
Lagi ngapain kak?

Hanum:
Nggak ada San. Kamu nggak kemana-mana?

Santi:
Iya nih kaka, mas Jerry tadi nelpon dia ngajak aku ketemuan diluar, di cafe gitu bilangnya.

Hanum:
Terus kenapa belum berangkat?

Santi:
Berangkat kak?

Hanum:
Ya iya

Santi:
Kakak ngizinin?

Hanum:
Kenapa kakak ngelarang kamu? Udah temuin dia!

Santi:
Ok deh kak aku akan kasih tau dia.

Santi akhirnya nelpon Jerry, dia akan menemuinya di cafe seperti yang Jerry bilang. Santi bersiap untuk pergi, dia memakai motor Vario dengan memakai helm putih.

20 menit kemudian akhirya Santi tiba di cafe tersebut.

Santi:
Hey mas, udah lama?

Jerry:
Baru 25 menit kok. Kamu mau minum apa San?

Santi:
Apa saja deh mas

Jerry:
Mbak, kami pesan jus oren dua ya.

Pelayan:
Baik Pak

Santi dan Jerry terlihat sedang ngobrol, mereka kelihatan sangat menikmati momen itu.

30 menit kemudian Santi meminta izin kepada Jerry untuk pulang.

Santi:
Mas, aku pulang dulu ya.

Jerry:
O.. Ya, makasih banget ya udah mau aku ajak ketemuan. Aku seneng banget

Santi:
Ya, aku juga seneng banget. Mas Jerry enak diajak ngomong, kalem dan nyenengin.

Santi:
Ok mas, aku pulang dulu ya

Jerry:
Ok, hati2 ya!

Santi:
Yup.

20 menit kemudian Santi tiba dirumah. Si kakak terlihat sedang nontom tv diruang tamu.

Hanum:
Udah pulang kamu

Santi:
Ya kak

Hanum:
Gimana?

Santi:
Gimana apanya kak?

Hanum:
Ya kalian

Santi:
Ya tadi kami ngobrol. Mas Jerry nanya beberapa hal ke aku. Dia juga kelihatannya respect banget sama kakak. Oya kak dia kirim salam buat kakak.

Hanum:
Jerry itu pria yang baik. Dia santun dan sangat menghargai orang lain.

Santi:
Kak boleh nanya nggak?

Hanum:
Nanya apaan sih? Nanya aja kali

Santi:
Kakak pacaran nggak sih sama mas Jerry?

Hanum:
Pacaran? Kakak cumin berteman sama dia. Kenapa kamu naksir dia ya?

Santi:
Ah kakak ada-ada aja. Aku cumin nanya aja kok

Santi:
Kak aku mandi dulu ya

Hanum:
Ya

Malam itu Jerry mengirim sms ke Santi. Mereka banyak bertanya antara satu sama lain.

Keseokan harinya Hanum bertemu Jerry di jalan. Tanpa disengaja Hanum ketemu Jerry sepulangnya dari kantor. Mereka berbincang sebentar dan menyinggung tentang pertemuan Jerry dengan adiknya.

Jerry:
Han adik kamu baik banget ya. Kalem, enak diajak ngobrol jadinya kau betah pas ngobrol sama dia.

Hanum:
Tentu, Santi emang mudah buat orang ngerasa nyaman dengan dia.

Hanum:
Jer aku mau nanya sama kamu. Kamu punya perasaan sama adikku ya?

Jerry:
Iya, aku suka Santi. Nggak tau kenapa sekali saja ketemu sama adik kamu aku langsung merasakan sesuatu yan beda. Kamu keberatan?

Hanum:
Keberatan kenapa? Aku terserah Santi, kalau kamu emang suka dia ya dapetin dia.

Jerry:
Thanks atas pengertian kamu Han.

Tidak lama kemudia Hanum lantas bergegas naik ke mobilnya untuk menuju rumah.

Setelah itu Jerry dan Santi semakin mengakarabkan diri, dan pada suatu hari Jerry akhirnya mengungkakan perasaannya ke Santi.

Jerry:
San, aku mau ngomong sama kamu.

Santi:
Ngomong apa mas? ngomong aja.

Jerry:
Aku suka kamu, maukah kamu jadi pacar ku?

Santi:
Kita belum lama kenal mas, disisi lain mas adalah putra orang kaya raya sementara aku hanya seorang gadis yang baru lulus sekolah yang hidup dengan apa adanya. Saya nggak yakin dengan perasaan mas k e aku. Jangan kegabah, pikirkanlah baik-baik.

Jerry:
Aku nggak mudah suka sama seseorang, dan kamu buatku begitu mudah jatuh hati sama kamu. Apa lagi yang perlu aku pikirkan. Aku sadar yang aku mau adalah kamu, dan aku dengan sesadar-sadarnya menyukai kamu. Kamu mau terima aku?

Santi:
Mas yakin?

Jerry:
Iya, sangat yakin.

Santi:
Sebenarnya aku juga suka sama mas, tapi nggak mudah buat aku untuk mengatakannya. Saat mas bilang suka aku, maka aku hanya bisa bilang aku juga suka mas, karena memang itulah kebenarannya. Aku akan jadi pacar mas, dan berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik buat mas dengan segenap kekuranganku. Bisakah mas menerima aku dengan apa adanya?

Jerry:
Setiap manusia punya kekurangan, dan bagiku kamu adalah sosok gadis yang penuh kelebihan. Aku sudah sangat bahagia dengan dir kamu yang sekarang, aku nggak akan nuntut kamu untuk memberiku sesuatu yang tidak kamu milliki. Aku hanya butuh cinta kamu.

THE END


Like / bagikan artikel :

Artikel terkait:

0 comments:

Post a Comment