Contoh Surat Pernyataan

0 comments
Surat Pernyataan adalah sebuah bentuk pernyataan yang dimuat dalam bentuk tertulis (surat). Surat pernyataan sendiri memiliki banyak jenis dan kegunaan. Surat pernyataan juga bisa berbentuk individual dan juga kelompok.

Surat pernyataan memiliki banyak kegunaan. Surat pernyataan tidak hanya dibutuhkan untuk kepentingan pekerjaan saja, surat pernyataan juga dapat digunakan untuk keperluan-keperluan penting lainnya. Sifat dari surat pernyataan sebagaimana dijelaskan diatas merupakan bentuk pernyataan tertulis (formal), namun isi dari pernyataan yang dibuat bisa berbeda-beda mengacu pada keperluan dibalik pembuatan surat pernyataan tersebut.

Surat pernyataan juga bisa berbentuk sebuah penyangkalan terhadap suatu hal yang ditujukan kepada anda/komunitas tertentu. Berikut contoh surat pernyataan (individual) yang diunakan untuk kepentingan pekerjaan.

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Saiful Bahri
Tempat tanggal lahir : Malang, 20 Januari 1988
Jenis kelamin : Laki-laki
Pendidikan : SLTA
Alamat : Jalan Pangeran Diponegoro No. 12 Malang

Dengan ini menyatakan bahwa :

Sampai pada saat ini saya tidak sedang terikat perjanjian kerja dengan perusahaan manapun, baik itu perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN.
Dan bersedia bertugas dalam kurun waktu yang telah ditentukan oleh PT. Citra Lestari Indah.
Siap untuk tidak mengambil cuti selama masa penugasan belum berakhir.
Bersedia untuk mengemban tugas sebagaimana telah dijelaskan dalam Surat Perjanjian Kerja yang telah dibuat oleh PT. Citra Lestari Indah dan atas persetujuan saya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesunggunya dan apabila dikemudian hari terdapat perbedaan kondisi atau berlainan dengan pernyataan yang saya buat, maka saya bersedia dituntut di pengadilan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Malang, 21 Juni 2017
Pembuat pernyataan,

(Meterai 12000)

Tanda tangan Anda

(Siaful Bahri)
{ Selengkapnya }

Kumpulan Pantun Lucu Terbaru

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun sendiri berasal dari kata "patuntun" yang diambil dari bahasa Minangkabau.

Pantun juga dapat menjadi sebuah opsi penyampaian sesuatu, bisa berupa opini, teguran, atau seruhan dengan penggunaan gaya bahasa yang enak untuk didengar.

Pada posting kali ini, kita akan berbagi contoh pantun, dan pantun yang akan mengisi posting kali ini adalah contoh pantun lucu atau yang juga dikenal dengan nama pantun jenaka. 

Bagi Anda yang sedang mencari contoh pantun, berikut ini adalah kumpulan pantun-pantun lucu terbaru yang mungkin berguna buat Anda.

Pantun lucu 1

Kalau berjalan sebaiknya berhati-hati
Jangan tolah-toleh seperti anak burung
Usah bingung dan bersedih, nanti kamu bisa tertimpah gungung.

Pantun lucu 2

Naik ojek pas hujan lebat
Takut banget ada pohon tumbang
Kumis pacarku tebel banget, dasar dia pemales kerjaannya tidur doang.

Pantun lucu 3

Beli kucing lucu sekali
Sampai dirumah langsung dikasih makan
Abang Ali kok aneh banget, jangan-jangan kerasukan setan.

Pantun lucu 4

Ada gula ada semut
Gula habis semut pada kabur
Walau dia berwajah imut
Tapi buatku seperti bubur

Demikian kumpulan pantun-pantun jenaka terbaru, semoga pantun-pantun lucu diatas bisa menghibur Anda.
{ Selengkapnya }

Contoh Artikel Pendidikan Moral

Pendidikan moral tentunya sangat penting untuk mengarahkan generasi muda ke jalan yang baik, dan tidak tumbuh menjadi sosok yang tidak memiliki etika serta kerap bertindak diluar batas kewajaran.

Pendidikan moral memiliki fungsi yang sangat penting untuk membantu para generasi muda terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif ketika mereka sudah menjadi orang dewasa. Dan berikut ini adalah contoh artikel tentang pendidikan moral.

Judul  : Tanamkan Pendidikan Moral Untuk Generasi Muda

Pendahuluan               
Generasi muda bangsa membutuhkan pengarahan yang tepat untuk menanamkan nilai pendidikan moral guna membekali mereka sebuah pemahaman yang lebih baik lagi tentang konteks kehidupan sosial.

Generasi muda tidak boleh terjerumus dengan hal-hal yang sifatnya negatif dan akan menjadikannya sebagai manusia yang tidak beradap serta tidak mampu menempatkan diri dengan sebaik-baiknya ditengah masyarakat.

Permasalahan              

  • Banyak generasi mudah yang sudah tidak memperdulikan nilai penting moralitas.
  • Sebagian dari generasi muda tidak memperdulikan sikap yang baik dalam bersosial dan bermasyarakat.
  • Generasi muda lupa dengan kultur bangsa yang menjunjung tinggi nilai etika


Perumusan Masalah           

  • Para pendidik (Guru) harus bisa memberikan pengarahan yang maksimal kepada semua siswa/siswi agar mereka bisa menjadi pribadi yang santun dan hormat terhadap orang lain.
  • Para orangtua harus ikut membantu peran Guru dalam memberikan bimbingan terhadap anak-anak muda agar bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang selalu menghormati orang lain.


Kesimpulan            
         
Pertumbahan seorang remaja dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan jika setiap elemen dapat memaksimalkan perannya. Kalangan anak muda sangat membutuhkan pengarahan dan bimbingan dari orang-orang terdekatnya untuk bisa tumbuh menjadi sosok yang beretika.

Saran

Para generasi muda harus bisa berpikir secara logis dan tetap membekali diri mereka dengan nilai-nilai etika yang dapat menjadikan mereka tumbuh sebagai sosok yang beratitud baik, dan tidak menjadi orang yang bermasalah dengan moralnya.

Demikian contoh artikel pendidikan moral, semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat pembaca yang sedang membutuhkan contoh artikel tentang pendidikan moral.
{ Selengkapnya }

Contoh Drama Untuk Anak-anak

0 comments
Kali ini saya ingin berbagi contoh naskah drama untuk anak-anak. Naskah drama anak-anak beriku tini merupakan drama pendek.

Judul : Mari Menjadi Anak Yang Rajin Belajar
Tema: Sosial & Pendidikan
Durasi: Pendek
Jumlah pemeran: 4 orang

1. Hadji sebagai Huda
2. Nila sebagai Jeni
3. Lukman sebagai Kalim
4. Andika Yahya

Alur cerita 

Dari mereka berempat, Yahya adalah satu-satunya dari mereka yang malas untuk belajar. Yahya lebih memilih untuk bermain ketika malam hari. Sementara itu, ketika mengetahui kebiasaan Yahya dimalam hari yang malas untuk belajar teman-teman Yahya lantas menasehati Yahya agar mau menyempatkan diri untuk belajar.

Huda:
Kalian kalau malam hari apa belajar atau hanya bermain doang?

Jeni:
Tentu belajar dong!

Huda:
Kalau kamu Lim?

Kalim:
Belajar lah, masak main doang?!

Yahya:
Aku lebih memilih main.. asyik sih!

Huda:
Asyik? ya main emang asyik, tapi kan bukan berarti harus ninggalin waktu belajar?

Yahya:
Kan waktu dikelas juga sudah diajarin, ngapain juga mesti belajar dimalam hari dirumah?

Kalim:
Justru belajar dirumah itu sangat penting agar kamu bisa lebih paham materi yang diajarkan oleh guru.

Yahya:
Peduli amat..

Jeni:
Ah.. nggak bisa gitu dong Ya.. kan kalau kamu malas belajar, ntar waktu ulangan kamu nggak bakalan bisa ngerjain tugas dengan benar.

Kalim:
Iya benar itu!

Huda:
Tuh kan.. benar apa yang temen-temen bilang itu.

Yahya hanya bisa terdiam mendapatkan teguran dari teman-temannya yang semuanya memang tipe pelajar yang sangat rajin.

Huda:
Pokoknya mulai sekarang kamu hari mau belajar dirumah Ya. Minimal dua hari sekali kan nggak papa daripada kamu nggak belajar sama sekali. Bener nggak temen-temen?

Jeni:
Iya, bener itu.

Kalim:
Yup, kamu harus belajar Ya.

Yahya akhirnya mendengarkan nasehat teman-temannya dan mau menerima masukan dari teman-temannya untuk mulai belajar dirumah dan tidak memilih main.

Yahya:
Ya sudah, kalau gitu mulai besok aku akan belajar dirumah.

Huda:
Nah, gitu dong!

Yahya pun akhirnya menjadi sosok pelajar yang teladan. Semenjak hari itu Yahya tidak lagi pernah memilih untuk bermain sebelum dia menyempatkan diri untuk belajar terlebih dahulu.
{ Selengkapnya }

Contoh Naskah Drama 6 Orang

1 comments
Contoh skrip drama yang dimainkan oleh 6 orang. Drama kali ini mengisahkan sebuah kejadian dimana seorang pelajar menemukan sebuah barang dimana isinya berupa sejumlah uang. Langsung saja, berikut alur skenario drama tersebut.

Skenario Drama

1. Tema Drama : Nilai Kejujuran
2. Ritma Cerita Drama:

I)  Exposisi

Jony
Johan
Lukman
Wati
Nia
Rony

II) Permasalahan

Jony secara tidak sengaja menjumpai sebuah dompet yang terjatuh dihalaman sekolah

III) Komplikasi

Johan mencoba merayu Jony supaya tidak mengembalikan dompet yang ditemukannya kepada pemiliknya.

IV) Catatan I

Jony dan Johan kepergok oleh Lukman sedang berbagi duit yang bukan hak mereka

V) Catatan II

Lukman mencoba menyadarkan Jony dan Johan supaya tidak mengambil hak orang lain dan lekas mengembaklikan barang (dompet) yang ditemukannya.

VI) Kesimpulan

Jony dan Johan lantas pergi untuk mengembalikan dompet tersebut kepada sepemilik

3. Karakter

a. Protagonis (baik) : Jony
b. Antagonis (jahat) : Johan
c. Tritagonis : Lukman
d. Figuran :

Rony
Wati
Nia

4.  Latar
a.  Tempat

Dihalaman sekolah

b.  Waktu/kejadian
siang hari

c. Sosial

Johan merasa seperti hendak buang air kecil, lalu dia buang air tidak pada tempatnya, dibawah sebuah pohon dihalaman sekolah.

Naskah Drama

Sejumlah siwa keluar dari ruang kelas untuk pulang.

Jony dan Johan lantas pulang kerumah masing-masing dimana meraka adalah tetangga. hafis tidak kuat untuk menahan rasa ingin buang air kecil lantas dia buang air kecil dihalaman sekolah dimana disitu ada sebuah pohon besar.

Johan : Jon aku buang air dulu ok, sudah kebelet banget nih!

Jony : Ya udah. Cepetan buruan. Nanti bisa telat nyampe rumah!

Johan : Ok, nggak lama kok.

Kemduian Jony melihat sesuatu dibawah pohon besar didekat halaman.

Jony : Apa sih itu? Kayaknya bukan barang berharga?!


Tidak lama kemudian Johan menyusul Jony!


Johan : Apa itu? Dompet. Dompet siapaemang? Dimana kamu jumpa? Kapan kamu jumpa? Jangan-jangan kamu nggak bener nih?!

Jony : Ngaco ah kamu. Nanya yang bener dong. Aku nemu dompet ini, nggak tau siap pemiliknya orang belum ku buka.

Johan : Ya udah cepetan dibuka!

Jony : Ya deh!

Jony dan Johan : Wow.. Banyak amat duitnya!

Jony : Ada kartu identitasnya!

Johan : Bener, sepertinya KTP pemilik nih dompet.

Jony : Rumah nih orang deket kok, balikin yuk!

Johan : Ngapain juga mesti dibalikin orang kita nemu. Udah deh, mending kita bagi aja tuh uang.

Jony : Nggak mau ah, dosa tau.

Johan : Ya siapa suruh dia jatuhin tuh dompet

Jony : Kalo kamu maksa, ya udah yuk kita bagi dua.


Lalu mereka berdua pulang. Selang 2 jam kemudian Johan main kerumah Jony guna mengajak Jony bermain.

Johan : Jony, Jony yuk pergi main!

Nia : Eh kami Johan! Silahkan masuk! Jony lagi disuruh mamanya ngerjain pr dulu baru boleh main!

Johan : Ok kak, Makasih.

Nia : Johan mau minum apa? Kakak buatkan!

Johan : Nggak perlu kak, nggak usah.

Nia : Nggak boleh gitu dong Han. Ayo mau minum apa?

Johan : Seadanya aja lah kak!

Nia : Tunggu sebentar ya


Lantas munculah mama Jony.


Wati : Eh nak Johan, udah lama?

Johan : baru aja tante. Tante apa kabar?

Wati : Baik. Mau ngajak Jony bermain ya?

Johan : Iya tan. Tante Johan boleh nanya nggak?

Wati : Tentu. Mau nanya apaan?

Johan : Kok Jony ngerjain pr nya sekarang sih tante. Kan nanti malam juga bisa!

Wati : Kalau nanti malam biasanya Jony cepetan boboknya

Johan : Gitu ya tante. Ya udah deh Johan tungguin aja

Wati : Iya, ditunggu aja, bentar lagi juga udah selesai kok.

Nia : Ini minumnya Han. Lekas diminum.

Johan : Iya kak, makasih.

Nia : Mam, kan sekarang ada jadwal arisan?

Wati : Ye elah, mama lupa. Ya udah deh lekas berangkat. Jon, mama pergi dulu ya.

Jony : Ya mam

Tidak ama kemudian

Johan : Jony kok lama amat ya, padahal kalau akau cepet banget ngerjain pr gituan doang

Jony : Sorry Han, lama nunggu ya?

Johan : Iya, udah lama nih, dari tadi nungguin kamu.

Mereke berdua lantas duduk didepan rumah dan sedang membagi-bagikan uang hasil penemuan dompet dihalam sekolah tadi siang.

Johan : Cepat, kok lama banget!

Jony : Duitnya ada 200 ribu. Kamu 100 ribu, aku 100 ribu.

Tidak lama berselang Lukman datang kerumah Jony. (teman dekat kakaknya Jony)

Lukman : Hi Jony/Johan. Lagi pada ngapain? Biasanya kalian main diluar, tumben pada nongol disini. Han/Jon apa itu? Uang siapa kok banyak?

Johan : Ya uang kita dong kak, masa uang orang kita bawa.

Lukman : Ah, nggak mungkin. Kalian kan masih kanak-kanak, masak punya uang sebanyak itu. Aku tanta kak Nia Ya.

Jony : Sebenarnya ini bukan duit kita Mas, kita nemu dijalan.

Lukman : Kok nggak dibalikin?

Jony : Aku udah mikir gitu Mas, tapi Johan yang ngotot ngajak ngebagi uang ini.

Lukman : Coba Mas liat alamat pemiliknya

Jony : Tadi maksud  Jony mau balikin ke pemiliknya mas. Tapi Johan melarang.

Lukman : Nggak boleh gitu dong dik, itu namnya merampas hak orang lain sekalipun kalian nemu, karena yang bersangkutan kan membutuhkannya.

Jony : Aku udah bilang ke Johan, tapi dianya masih ngotot

Lukman : Ya udah deh, mendingan kalian balikin sekarang ke pemiliknya.

Johan : maaf mas, aku emang salah.

Jony : Ayo kita balikik dompet ini!

Mereka berdua lantas pergi kerumah pemilik dompet tersebut dengan maksud untuk mengembalikannya.

Johan : Selamat sore..

Rony : Sore.. Siapa?

Johan : Maaf, ini betul rumahnya Rony?

Rony : Betul, ada yang bisa dibantu? Kalian siapa ya?

Jony : Kami berdua datang kesini dengan tujuan untuk mengembalikan dompet yang tadi siang kami temukan dihalaman sekolah.

Rony : Nemu dompet? Sebentar ya, saya lihat dulu. Silahkan masuk!

Rony masuk ke kamar dan mengecek dompet tesebut, sementara Jony dan Johan masih berada diruang tamu.

Rony : Benar, ini memang dompet saya. Terimakasih banyak ya sudah mau mengembalikan dompet saya yang kalian temuakan. Kalian baik sekali

Johan : Itu memang sudah menjadi kewajiban kami untuk mengembalikan sesuatu yang menjadi hak orang lain.

Jony : Benar

Rony : Duuh.. terimakasih banyak ya

Jony dan Johan : Sama-sama!

Demikian contoh naskah drama 6 orang, semoga bermanfaat. Berikut contoh naskah drama lainnya; naskah drama 5 orang, naskah drama bahasa Inggris, naskah drama 3 orang.
{ Selengkapnya }

Contoh Drama 8 Orang

0 comments
Contoh naskah drama kali ini adalah contoh drama yang dimainkan oleh 8 orang. Pada artikel contoh naskah drama sebelumnya kita sudah share beberapa contoh naskah drama, diantaranya contoh drama 5 orang, naskah drama 6 orang, contoh naskah drama 3 orang, dan contoh drama bahasa Inggris.

Untuk contoh drama kali ini pemainnya sebanyak 8 orang, bagaimana perjalanan kisahnya, langsung saja disimak.



AKU YANG SALAH!

Penokohan :
Ibad = Idam
Dani = Dahlan
Togo = Tejo
Sima = Kepsek
Tanita = Talia
Ania = Andita
Nuri  = Nurlita
Rozali = Yoyon dan Tn. Tejo


Sebuah cerita ada tiga sekawan bernama Idam, Dahlan, dan Tejo. mereka sedang ada di kelas pengasingan, yakni kelas dimana  terdapat sekelompok siswa-siswi yang tidak/kurang  minat belajar.
Pada suatu hari, pada saat akan dilaksanakan ulangan fisika.

Idam merupakan satu-satunya siswa dari mereka bertiga yang paling pintar, Dahlan hanya pintar dalam 1 bidang saja , yaitu bidang musik, sementara Tejo merupakan siswa yang sangat patuh pada perintah Ibu nya.

Setelah selesai ulangan nilai mereka, kecuali Idam sangat buruk sekali, Dahlan mendapat 4,1 dan Tejo mendapat 3,4.

Idam : “eh.. kalian ini, aku yakin nanti malam kalian akan diceramahi”

Dahlan : “alah.. aku sudah terbiasa, lebih baik main gitar daripada pusing-pusing, Ibuku juga nanti diam sendiri.”

Tejo : “apapun yang Ibuku katakan, aku akan menurutinya, udah gitu aja”

Dahlan :”kalau Ibumu menyuruhmu memakan kotoran ayam, apa kamu mau melakukannya?”

Tejo :” kenapa tidak, asalkan Ibuku yang menyuruh, kotoran apapun pasti aku makan”

Idam dan Dahlan merasa sangat merinding mendengar jawaban tersebut

Tidak lama kemudian datang Yoyon, salah satu siswa dari murid kelas unggulan

Yoyon : “hah 71 ?, kamu 4,3. Ini lagi 3,4 ? nilai 7,1 itu yang paling rendah dikelasku, lihat ini 97.”

Dahlan :” Ah,, peduli amat ?hah..! “

Yoyon : “hem.. dasar para pelajar buangan !”

Idam : “hey, apa maksud kamu meludahinya ?”

Dahlan : “kurang ajar banget sih, rasakan ini!”

Dahlan lalu menonjok Yoyon, lantas tidak lama kemudian orang-orang disekitar melapornya ke ruang kepala sekolah

Kepsek : “Dahlan apa benar kamu menonjoknya ?”

Yoyon : “ dia memukulku disini ! (sambil menunjuk pipinya yang terluka/memar”

Dahlan : “dia meludahiku duluan bu, jadi aku ya balas mukul dia”

Idam :”benar, aku saksinya , Yoyon meludahinya, dan Dahlan terpancing emosi hingga dia 
memukulnya”

Kepsek :”apa pun itu, setidaknya kamu butuh dua saksi untuk mengelak”

Idam & Dahlan :”TEJO ! “

Lalu Tejo datang sambil menangis

Tejo :”aku tidak melihat apa-apa”

Idam & Dahlan : "heeee" !

Tejo :”Ibuku bilang aku tidak boleh ikut campur”

Kepsek :”Baiklah Dahlan, Ibu akan laporkan kamu pada Ibumu”

Dahlan :”ya sudah terserah kamu sajalah apa mau kamu

Kepsek :”apa kamu bilang ?”

Idam :”dia nggak ngomong apa-apa bu”

Kepsek :”baiklah, sekarang kalian boleh keluar”

Dirumah Dahlan.....

Andita :”apakah yang Ibu dengar ini benar?”

Dahlan :”apa?”

Andita :”kamu memukul Yoyon kan ? Nilai ulangan fisika ku juga jeblok!”

Dahlan :”benar, tapi dia meludahiku lebih dulu bu ! masalah ulangan, aku memang tidak berbakat..hehe”

Andita :”ah.. kamu ini, kamu harus belajar lebih giat, rajin dan berusaha maksimal, kelas mu ini kelas pengasingan, kamu masih juga bermalas-malasan, kali ini Ibu akan mengajarimu, kamu harus patuh

Dahlan: “ya, baik bu”

Andita :”bagian mana yang tidak kamu mengerti?”

Dahlan :”semuanya  bu...hihi”

Andita :”baiklah, kita mulai dari yang ini, rumusnya ini di kalikan ini, kemudian kamu bagi dengan yang ini. Hasilnya kamu kurangi dengan ini, sudah mengerti kan ?”

Dahlan hanya menggelengkan kepalanya tanpa sepatah kata pun.

Hari itu sampai larut malam Andita mengajarinya dengan serius

Kemudian, keesokan harinya Andita, Nurlita dan Ibu Tejo bertemu di sebuah supermarket kemudian mereka berbincang

Nurlita :”aduuuh sayang sekali padahal kalau anak ku dapat nilai 7.5 dia bisa lepas dari kelas pengasingan.”

Ibu Tejo:” anak ku malah jauh nilainya, tapi aku tidak khawatir, asalkan dia bisa mengurus perusahaan kelak, masa depan nya masih jelas

Andita :”anak ku, sepertinya dia memang tidak berbakat, sepulang sekolah dia hanya bermain gitar. Aku tidak tahu harus berbuat apa, setiap malam aku mengajarinya. Tapi dia tetap tidak mengerti, dan dia sendiri juga terlihat kurang antusias

Nurlita : “Lebih baik, jika dia dapat nilai buruk atau tidak mengerti saat di ajari, kamu rotani saja dia biar kapok!”

Ibu Tejo : “kalau aku sih puji saja dia, supaya lebih semangat lagi

Nurlita:” ad.. ada-ada saja kamu”

Andita :” apa ? merotani nya ? ya ampun! aku tidak tega dong

Nurlita :”benar, lama kelamaan dia akan mengerti juga

Andita :”baiklah, akan kucoba”

Akhirnya Andita menerapkan saran yang diberikan Nurlita
Disekolah .....

Guru baru :” anak-anak, Kenalkan nama Talia, Ibu menggantikan Ibu Janah mengajarkan fisika kepada kalian”

Tejo :” Apa Ibu janah dipecat ?”

Murid-Murid :” hahahaha.. dasar si tukang patuh, apa Ibumu yang yang menyuruhmu mengatakan itu ?”

Tejo :”aku hanya penasaran, tiba-tiba saja dia menghilang lalu digantikan”

Talia:”beliau sedang cuti, selama dia cuti Ibu yang menggantikanya”

Tejo :”ooooh gitu!

Talia :” Ibu belum mengetahui kemampuan kalian pada mata pelajaran fisika, besok Ibu akan mengadakan ulangan “

Dahlan :”apa?ulangan ? “

Talia :”Iya, apa ada masalah?”

Idam :”Dahlan ssst , mmm. Tidak ada apa-apa bu.”
Sepulang sekolah

Dahlan :”heh dam, kamu kan pinter MTK, nanti kasi aku contekan ya!”

Idam :”boleh-boleh, buat kalian gratis deh “
Dahlan dan Tejo :”SIP !”

Dirumah Dahlan

Andita :” kamu sudah belajar ? main gitar terus kamu ini “

Dahlan :”aku nggak ngerti bu, ga ada yg ngajarin “

Andita :”kali ini Ibu serius, kamu harus belajar, kalau tidak...”

Dahlan :”kalau tidak apa bu?”

Andita :” dengan berat hati Ibu akan merotanmu”

Plak ! Rotan dipukul ke tangan Dahlan karena Dahlan tidak mengerti mengerti.

Dahlan :”sakit buuu”

Andita :”makanya kamu harus bisa!”

Pyar.. pyar.. pyar.. pyar..

Setelah berhari-hari merotani Dahlan, Andita kelalahan dan sebenarnya dia tidak tega, dia pun jatuh sakit.
Keesokan harinya Dahlan merasa tidak bersemangat sekolah, padahal hari itu akan ulangan.

Saat itu dikabarkan bahwa  Andita mendertia kanker darah, dan harus segera mendapat donor cangkok sumsum tulang belakang.

Dahlan :”Ibu ku sakit parah, kalau dia tidak menerima cangkok sumsum secepatnya umurnya hanya tinggal 3 bulan”

Idam :”apa sudah ada pendonor yang cocok untuknya ?”

Dahlan menggelengkan kepalanya
Ke 3 nya :”haaaah”

Lalu menundukan kepala mereka. Tiba-tiba.....

Tejo :”tapi ada bagusnya juga”

Idam :”apa ta?

Tejo :” biarkan saja Ibumu mati hin, kalau dia mati kan kamu tidak akan dirotaninya lagi”

Dahlan :”apa ? apa yang kamu katakan?!”

Pyar.. !

Dahlan lalu memukul Tejo.. tiba-tiba bu kepsek datang, dia melihat lalu menggelengkan kepalanya sambil 
melihat Dahlan yang sedang memukuli Tejo..

Kepsek :” ikut Ibu ke kantor,”

Dahlan lalu diseret ke kantor ke kantor kepsek

Kepsek :”ulangan jelek, memukul Yoyon, memukul temanmu sendiri, kamu ini siswa atau preman ?”

Dahlan :”aku..aku hanyaa....”

Kepsek:”apa? Kamu mau cari alasan, akan ku laporkan pada Ibumu agar dia merotanmu lagi”

Bu Rini :”bu kepsek, jangan kasar padanya. Aku yakin dia punya alasan tersendiri untuk itu”

Kepsek :”kamu membelanya lagi ?”

Bu Rini :” aa...aku hanya”

Dahlan :” aku hanya berharap Ibuku bisa sembuh, dan merotaniku lagi, andai saja “

Lalu Dahlan pergi

Selain itu nilai ulangan Dahlan kali ini hanya 5.5 nilai Idam 9.1, dan Tejo 4.2

Idam :”aku mengerti keadaanmu ta, kamu bawa saja kertas ulangan ku , lalu ganti dengan nama mu”

Dahlan :” entahlah, aku tidak yakin”

Tejo :”atau kamu ganti saja kertas ku dengan nama mu”

Dahlan :” nilai mu lebih jelek dariku, bodoh”

Tejo :” iya, hehehe..

Dahlan:” aku..pulag duluan ya”

Lalu Dahlan pergi ke RS untuk menjenguk ibunya.

Dahlan :” maaf bu, aku sudah berusaha, tapi hanya ini yang kubisa”

Andita lalu mengambil kertas ulangan dan mengenggamnya erat

Tiba-tiba Andita terdiam membisu
Saat itu Talia datang..

Talia :”permisi , ta..”

Dahlan :”ibuku sudah”

Talia lalu memeriksa Andita dan..

Talia:”dia masih hidup, panggil dokter!”

Andita lalu dipindahkan ke ruang Intesif...

Talia :” aku akan mencarikan donor sumsum itu segera, bersabarlah Dahlan”

Dahlan:”terimakasih ya bu, ibu sudah banyak membantuku”

3 hari kemudian tiba-tiba RS dipenuhi orang yang berniat mendonorkan sumsum mereka.

Tiba-tiba terdaftar Tn. Tejo

Dahlan :”apa ayah mu mendaftarkan ?”

Ayah Tejo :” benar, aki hanya ingin membantu ayahmu”

Suster :” Tn. Tejo silahkan ....”

Tn. Tejo : “iya baiklah sus.

Suster :”apa benar ini nomer registrasi anda ?”

Tn.Tejo :” biar ku lihat....mmm sepertinya ini bukan miliku “

Tn. Tejo : “apa ada Tn. Tejo yang lain”

Tejo:”ada ayah, itu aku”

Dahlan :”apa ? apa kamu yakin ?”

Tejo :”Sebagai tanda maafku ta

Tiba-tiba Ibu Tejo datang

Ibu Tejo :” Kuyuuuud, kan mama sudah bilang, jangan pernah ikut campur urusa orang lain

Tejo :” berapa kali aku menuruti perintah mu bu ?! biarkan kali ini aku memilih jalan ku sendiri”

Tn. Tejo :”sudah , biarkan dia mengambil jalanya

Ibu Tejo :”baiklah, jaga diri kamu baik-baik

Akhirnya Tejo di bawa ke ruangan agar di cangkokan sumsumnya.

Tejo :”ini tidak sakit , ini tidak sakiit ....uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhh!”

Idam :” itu pasti suara teriakannya, kesakitan banget tuh

Dahlan :”kamu memang benar, terimakasih Tejo !”

{ Selengkapnya }